ke tanah-tanah cahaya, ke kutub-kutub bulan
ke landasan cakrawala; kepalanya di atas bantal
lembut bagai bianglala
Lelaki tak pernah menoleh
dan di setiap jejaknya: melebat hutan-hutan,
hibuk pelabuhan-pelabuhan; di pelupuknya sepasang matahari
keras dan fana
dan serbuk-serbuk hujan
tiba dari arah mana saja (cadar
bagi rahim yang terbuka, udara yang jenuh)
ketika mereka berjumpa. Di ranjang ini.
(Sapardi Djoko Damono, 1968)
"perempuan lembut bagai bianglala
lelaki keras dan fana"
umumnya, perempuan emosional, laki-laki logis
ya.. saling melengkapilah
bukannya saling menyalahkan karena merasa tidak dimengerti









waduh, isinya tulisan semua
--
CLAMP School Roleplay Indonesia [link]
huehehe
taro gmbar2 dhika doonk!! (bkn gbr denah, tmpak, pot..ya)
abisnya aq suka...
--
CLAMP School Roleplay Indonesia [link]
add ah...
Previous Page1234Next Page